「やさしい日本語」を選ぶと、かんたんな文章になり、ふりがながつきます。
「ひらがなをつける」を選ぶと、文章にふりがながつきます。
「やさしい日本語」を選ぶと、かんたんな文章になり、ふりがながつきます。
「ひらがなをつける」を選ぶと、文章にふりがながつきます。
- Beranda
- Pembahasan Kosakata Penting di Industri Konstruksi Jepang - Tahap II Bab 4 Tambahan
Pembahasan Kosakata Penting di Industri Konstruksi Jepang - Tahap II Bab 4 Tambahan
Pada pembahasan kali ini kami akan melanjutkan ke penjelasan kosakata penting yang ada di buku teks Bab 4. Ada 8 kosakata penting yang sudah kami pilihkan untuk kita pelajari dan pahami bersama untuk kita bisa bekerja di industri konstruksi di Jepang.
1. 墨付け
墨付け (すみつけ / sumitsuke) adalah proses penandaan yang dilakukan di lokasi konstruksi untuk menentukan dengan tepat posisi dan ketinggian elemen bangunan. Proses ini dilakukan sebelum pekerjaan utama dimulai dan sangat penting karena mengharuskan ketelitian tinggi. Untuk memastikan bahwa penandaan sesuai dengan gambar desain, digunakan alat seperti tinta referensi, level, dan garis pusat sebagai patokan. Dahulu, biasanya digunakan alat bernama sumitsubo (墨壺) untuk menerapkan tinta, namun kini alat sinar laser juga dipergunakan guna mencapai akurasi yang lebih tinggi.
墨 (sumi) artinya "tinta". Dalam konteks tradisional Jepang, sumi merujuk pada tinta hitam yang sering digunakan dalam kaligrafi. Pada dunia konstruksi, sumi atau kapur bisa digunakan untuk menandai garis di permukaan material. 付け (tsuke) artinya "menempelkan" atau "menerapkan". Menunjukkan proses menerapkan tanda atau garis pada suatu permukaan.
Contoh penerapan 墨付け dalam aktivitas konstruksi sehari-hari:
-
Penandaan kayu pada pembangunan rangka (konstruksi kayu)
- Sebelum memotong balok atau papan kayu, pekerja melakukan 墨付け untuk menentukan garis potong atau posisi sambungan. Hal ini memastikan setiap elemen konstruksi pas saat dirakit.
-
Penandaan posisi lubang atau celah untuk instalasi
- Ketika hendak melubangi kayu atau beton untuk jalur kabel listrik, pipa air, atau ventilasi, kontraktor kerap melakukan 墨付け agar ukuran dan posisi lubang sesuai dengan rencana gambar.
Perbedaan 墨付け(すみつけ / sumitsuke)dengan 墨出し(すみだし/ sumidashi) yaitu, 墨付け adalah memberi tanda pada material atau bahan, sedangkan 墨出し adalah menarik garis acuan pada bangunan atau struktur. Kedua kosakata tersebut digunakan secara terpisah sesuai dengan konteks pekerjaannya. Dengan memahami 墨付け, para pekerja konstruksi dapat menjaga ketelitian dan efisiensi kerja, terutama saat mengerjakan detail sambungan, pemotongan, atau penempatan komponen bangunan di berbagai tahap konstruksi di Jepang.
2. 水糸
水糸(みずいと / mizuito) adalah benang yang direntangkan antara dua titik acuan (biasanya dari alat ukur air atau penanda lainnya) untuk menunjukkan kondisi horizontal di lokasi konstruksi. Benang ini berfungsi sebagai garis pusat atau acuan, sehingga memastikan bahwa penempatan dan level bangunan dipertahankan dengan tepat.
Meskipun secara harfiah berarti "benang air", istilah ini sebenarnya menunjukkan benang tipis yang kuat dan tidak mudah meregang, sehingga ideal untuk menjaga ketegangan lurus. Dengan menarik benang ini di antara dua titik acuan, para pekerja dapat memastikan bahwa struktur yang dikerjakan seperti fondasi, dinding, atau pagar, memiliki posisi dan ketinggian yang tepat.
Dengan menggunakan 水糸 para pekerja konstruksi dapat melakukan penandaan yang lebih akurat, mempersingkat waktu pemeriksaan, dan meningkatkan kualitas hasil kerja pada setiap tahapan proyek konstruksi di Jepang.
3. 納まり
納まり(おさまり / osamari) mengacu pada cara penyusunan atau penempatan elemen bangunan secara seimbang dan rapi, terutama pada area sambungan antar komponen seperti pertemuan antara dinding, lantai, dan plafon. Jika sambungan tersebut dipasang dengan baik dan tanpa celah, maka penyusunannya dikatakan "baik", sebaliknya, jika tidak selaras, penyusunannya dianggap "buruk".
Dalam dunia konstruksi di Jepang, 納まり mengacu pada kondisi bagaimana suatu elemen bangunan "terpasang" atau "terintegrasi" dengan elemen lain secara rapih dan fungsional. Istilah ini sering digunakan untuk membahas apakah sambungan, pertemuan sudut, atau tata letak komponen konstruksi sudah sesuai dengan rancangan dan standar keindahan, serta dapat berfungsi dengan baik tanpa menimbulkan masalah struktural atau estetika.
Dengan memperhatikan 納まり secara cermat, para pekerja konstruksi dapat menjamin setiap bagian bangunan terpasang sesuai spesifikasi dan standar mutu, sehingga memberikan hasil akhir yang aman, kuat, dan indah secara estetika.
4. 取合い
取合い(とりあい / toriai) adalah proses penyesuaian dan penyelarasan di area tempat beberapa elemen atau metode konstruksi bertemu. Dalam proses ini, perbedaan dimensi, spesifikasi, dan cara pemasangan masing-masing komponen diperhitungkan agar sambungan antara elemen tersebut menjadi mulus dan terintegrasi. Proses ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kekuatan, dan tampilan akhir bangunan.
取合い adalah salah satu istilah dalam bidang konstruksi bangunan. Contohnya dapat dilihat pada bagian yang saling bertemu, seperti pertemuan antara atap dengan dinding luar, atau tutup atas dinding (笠木 / kasagi) dengan dinding luar, serta penyesuaian yang diperlukan pada bagian-bagian yang bersinggungan tersebut. Bagian pertemuan seperti ini juga disebut 納まり (osamari), dan ketika penanganan atau pemasangan di area pertemuan (取合い部 / toriaibu) dilakukan dengan baik, biasanya dikatakan "取合いが良い (toriai ga yoi)" atau "納まりがよい (osamari ga yoi)". Pekerjaan kusen (サッシ) dalam konstruksi juga melibatkan 取合い seperti ini.
5. 段切り
段切り(だんきり / dankiri) adalah istilah yang digunakan dalam bidang teknik sipil. Istilah ini merujuk pada proses memotong atau mengeruk tanah hingga membentuk undakan (tangga) pada lahan dengan kemiringan lebih curam daripada 1:4, ketika melakukan penimbunan tanah (盛土 / morido), dengan tujuan mencegah tanah agar tidak bergeser.
Metode ini sering diterapkan saat melakukan penggalian (excavation) bertingkat, pemotongan beton secara berlapis, atau membentuk tahapan pada lereng agar lebih aman dan efisien. Dengan 段切り, pekerja bisa mengontrol dimensi serta elevasi setiap lapisan, sehingga proses pengerjaan, penempatan material, dan keselamatan kerja lebih terjamin.
段 (dan) artinya "tingkat", "lapisan", atau "anak tangga". Menggambarkan konsep bertingkat atau berlapis. 切 (kiri) artinya "memotong". Menunjukkan proses pemisahan atau pembentukan bentuk tertentu dengan cara memotong. Secara harfiah, 段切り mengandung arti "memotong secara bertingkat" atau "membuat potongan berlapis".
6. 拾い出し
拾い出し(ひろいだし / hiroidashi) adalah proses penghitungan dan pemilihan jumlah material serta tenaga kerja yang diperlukan berdasarkan gambar desain dan spesifikasi. Proses ini juga mempertimbangkan tambahan margin atau toleransi agar perencanaan pengadaan material dan penjadwalan kerja dapat dilakukan dengan tepat.
拾 (hiro・u) artinya "mengambil" atau "memungut". 出し (dashi) asalnya dari kata kerja "出す" (dasu) yang berarti "mengeluarkan". Secara harfiah, 拾い出し mengandung arti "mengambil keluar" atau "mengangkat/memilah", yang dalam konteks konstruksi bermakna mengumpulkan data jumlah material dari dokumen perencanaan.
Dengan pelaksanaan 拾い出し yang tepat, para pekerja konstruksi dapat mengelola proyek secara lebih efisien, memastikan ketersediaan material, dan meminimalkan risiko pemborosan maupun keterlambatan.
7. 絶縁
絶縁(せつえん / zetsuen) adalah langkah yang dilakukan untuk memastikan agar tidak terjadi aliran listrik yang tidak diinginkan antar bagian yang seharusnya terisolasi secara listrik. Tindakan ini mencegah terjadinya hubungan pendek (short circuit) dan menjamin keamanan instalasi listrik di lokasi konstruksi. Dalam industri konstruksi Jepang, 絶縁 umumnya merujuk pada upaya atau material untuk mencegah aliran listrik agar tidak merambat dari satu elemen ke elemen lainnya.
絶 (zetsu / ta・eru) artinya "terputus", "memutus", atau "menghentikan". 縁 (en) artinya "hubungan", "ikatan", atau "tepi". Dalam kata 絶縁 maknanya menjadi "memutus hubungan/aliran".
Melalui penerapan 絶縁 yang tepat, para profesional konstruksi dapat memastikan keamanan listrik yang merupakan aspek penting bagi kualitas dan keselamatan bangunan di Jepang.
8. SRC造
SRC造 adalah struktur yang sangat kuat karena menggabungkan kelebihan masing-masing material:
- Baja (Steel): memberikan kekuatan tarik dan daktilitas, memungkinkan bangunan menahan beban tarik, lentur, dan gaya lateral seperti gempa.
- Beton bertulang (Reinforced Concrete): memberikan kekuatan tekan yang besar, stabilitas, dan ketahanan api serta korosi.
Secara umum, SRC造 sering dipakai pada bangunan bertingkat tinggi atau proyek yang memerlukan kekuatan struktural unggul, misalnya gedung perkantoran, kondominium, maupun fasilitas publik di Jepang. Dengan pemahaman dan pelaksanaan metode SRC造 para pekerja konstruksi di Jepang dapat membangun struktur kokoh dan tahan lama, memenuhi standar keselamatan dan efisiensi dalam industri konstruksi