「やさしい日本語にほんご」をえらぶと、かんたんな文章ぶんしょうになり、ふりがながつきます。
「ひらがなをつける」をえらぶと、文章ぶんしょうにふりがながつきます。

  • Beranda
  • Pembahasan Kosakata Penting di Industri Konstruksi Jepang - Tahap II Bab 5

Pembahasan Kosakata Penting di Industri Konstruksi Jepang - Tahap II Bab 5

Pada pembahasan kali ini kami akan melanjutkan ke penjelasan kosakata penting yang ada di buku teks Bab 5. Ada 8 kosakata penting yang sudah kami pilihkan untuk kita pelajari dan pahami bersama untuk kita bisa bekerja di industri konstruksi di Jepang.

1. クローラクレーン

クローラクレーン (kurōra kurēn) adalah jenis derek (crane) beroda rantai (crawler) yang digunakan di lokasi konstruksi. Roda rantainya memberikan traksi lebih baik dan stabilitas tinggi di atas permukaan tanah yang lunak, tidak rata, atau berlumpur. Karena keunggulan inilah, クローラクレーン banyak dipakai di proyek infrastruktur, pembangunan gedung, maupun area industri berat yang memerlukan pemindahan material berat dalam kondisi medan sulit.

クローラ (kurōra) berasal dari kata serapan dari bahasa Inggris "crawler", yaitu roda rantai seperti yang terdapat pada kendaraan tank. クレーン (kurēn) berasal dari kata serapan dari bahasa Inggris "crane", yang artinya derek atau alat pengangkat.

クローラクレーン memiliki beberapa kelebihan, seperti kemampuannya bergerak di medan yang sulit, termasuk tanah lunak, serta stabilitas yang lebih baik dibanding crane beroda karena distribusi berat yang lebih merata. Selain itu, crane ini dapat mengangkat beban berat tanpa perlu pemasangan ulang. Namun, kekurangannya adalah sulit untuk dipindahkan dalam jarak jauh karena ukurannya yang besar dan berat. Biasanya, crane ini memerlukan alat transportasi tambahan, seperti truk, untuk berpindah ke lokasi lain.

Untuk mengoperasikan クローラクレーン, seseorang harus memiliki lisensi sesuai dengan peraturan di Jepang. Ada beberapa jenis sertifikasi yang diperlukan tergantung pada kapasitas crane yang digunakan. Tiap jenis crane memiliki peraturan ketat, termasuk jam pelatihan dan ujian kualifikasi.

2. シノ

 シノ (shino) adalah salah satu perkakas yang banyak digunakan di lokasi konstruksi khususnya pekerjaan tobi (pekerjaan di ketinggian). Alat ini memiliki ujung runcing yang sedikit melengkung dan biasanya digunakan untuk menjerat dan mengencangkan kawat agar struktur perancah lebih aman dan stabil.

Alat ini dirancang agar mudah disisipkan ke dalam kawat (番線 / bansen), sehingga memudahkan proses pengikatan. Banyak シノ yang menyatu dengan kunci ratchet (ラチェットレンチ / rachetto renchi), yang biasa disebut "しの付きラチェットレンチ" (shino-tsuki ratchet wrench). シノ yang asli (alat besi berbentuk batang, ujungnya lancip dan sedikit melengkung) saat ini jarang muncul di lokasi kerja. Akibatnya, banyak orang yang menyebut "しの付きラチェットレンチ" hanya dengan sebutan シノ. Ada juga alat bernama "ハッカー (hacker)" yang merupakan jenis alat yang sejenis dengan fungsi khusus untuk mengikat besi tulangan (rebar) pada pekerjaan rebar (鉄筋工事 / tekkin kouji). Namun, di lokasi kerja konstruksi, kedua alat tersebut dibedakan sesuai kegunaannya pada masing-masing jenis pekerjaannya.

Para pekerja tobi menggunakan シノ untuk mengikat kawat. Namun, kawat yang mereka gunakan berbeda dengan kawat yang dipakai oleh pekerja rebar. Jika kawat milik pekerja besi tulangan biasanya lebih tipis untuk mengikat batang-batang tulangan, maka kawat yang digunakan pekerja tobi lebih tebal karena ditujukan untuk mengikat benda berukuran besar, seperti papan perancah atau pipa. Pentingnya peran シノ dalam pekerjaan di ketinggian, terutama bagi para tobi (鳶職人 / tobi shokunin) yang melakukan konstruksi di tempat tinggi, untuk membantu mencegah papan perancah terangkat atau runtuh, sehingga berkontribusi terhadap keselamatan kerja di lokasi proyek konstruksi.

3. スパナ

Dalam industri konstruksi di Jepang, "スパナ (supana)" adalah istilah untuk kunci pas (spanner) yang biasa dipakai dalam pekerjaan pemasangan maupun pembongkaran baut dan mur. Ujungnya berbentuk U dan tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan ukuran baut atau mur. Penggunaan スパナ sangat penting, khususnya saat merakit rangka baja (鉄骨, tekkotsu), memasang perancah (足場, ashiba), atau melakukan pekerjaan mekanik ringan lainnya di lokasi proyek.

Cara penggunaan スパナ adalah dengan menempatkan ujung U pada kepala baut atau mur bersegi enam, lalu memutarnya dengan memberikan tekanan. Saat memilih spana, penting memastikan ukurannya sesuai agar tidak longgar dan menyebabkan gesekan berlebihan pada baut.

Perbedaan istilah "レンチ (wrench)" dan "スパナ (spanner)" sebenarnya hanya pada nama, sedangkan fungsi keduanya sama-sama digunakan untuk pekerjaan mengencangkan maupun mengendurkan baut dan mur. Dalam bahasa Inggris Amerika, alat tersebut disebut "wrench", sedangkan dalam bahasa Inggris Britania, disebut "spanner", keduanya merujuk pada alat yang sama. Di Jepang, umumnya alat yang memiliki ujung bulat tertutup disebut "レンチ (renchi)", sedangkan alat dengan ujung berbentuk mulut terbuka disebut "スパナ (supana)".

4. 結束線

Dalam industri konstruksi di Jepang, "結束線 (けっそくせん / kessokusen)" adalah kawat pengikat yang digunakan untuk menyambung dan mengencangkan batang-batang tulangan besi (rebar). Proses ini disebut "結束 (けっそく / kessoku)," yakni mengikat tulangan pada posisinya agar tidak bergeser selama pengecoran beton. 結束線 umumnya terbuat dari baja lunak sehingga mudah ditekuk dan dipotong, namun tetap cukup kuat untuk menahan rangka besi sesuai bentuk yang diinginkan.

結 (musubu/ketsu) berarti "mengikat", "menyatukan", atau "mempererat". Dalam konteks ini, menunjukkan proses penyatuan/ikatan tulangan dengan kawat. 束 (tabaneru/soku) berarti "bundel", "ikatan", atau "kumpulan". Menggambarkan hasil dari tindakan mengikat sehingga menjadi satu kesatuan. 線 (sen) berarti "garis" atau "benang/kawat". Dalam hal ini, menegaskan bahwa ini adalah kawat atau benang logam. Secara keseluruhan, 結束線 dapat diartikan sebagai "kawat untuk mengikat menjadi satu bundel", sesuai fungsi utamanya dalam konstruksi.

Ada beberapa jenis 結束線 yang umum dijumpai, misalnya kawat biasa berwarna hitam atau yang telah dilapisi logam antikarat, kawat berlapis PVC dengan inti berupa besi anil (untuk mencegah karat), serta kawat baja tahan karat (stainless steel). Mengikat tulangan besi menggunakan 結束線 sangat penting untuk memastikan tulangan tetap pada posisi yang direncanakan. Jika tidak diikat dengan benar, tulangan berisiko bergeser saat beton dituangkan, sehingga menghambat terciptanya struktur bangunan yang sesuai dengan gambar desain.

5. ラムシリンダー

ラムシリンダー (ramu shirinda) atau ram silinder adalah silinder hidrolik atau komponen mekanis yang menggunakan tekanan hidrolik untuk menghasilkan gerakan atau tekanan. Pada mesin penyambungan dengan tekanan atau "圧接器 (assetsuki)", ram silinder bertugas memberikan gaya tekan yang kuat dan stabil pada kedua ujung batang besi (rebar) yang akan disambung. 

ラムシリンダー memiliki piston di dalamnya, yang bergerak maju-mundur dengan bantuan tekanan hidrolik untuk menghasilkan gaya tekan. Gaya ini kemudian diteruskan melalui dudukan ram (ram receiver) ke alat penyambung, mendukung proses penyambungan batang baja. Dalam pekerjaan penyambungan bertekanan gas, ラムシリンダー dipilih berdasarkan diameter batang baja yang akan disambungkan agar tekanan yang dihasilkan sesuai. Hal ini memastikan proses penyambungan batang baja dilakukan dengan akurat dan efisien.

ラムシリンダー merupakan komponen penting dalam alat penyambung bertekanan gas. Dengan kemampuannya mengontrol tekanan secara presisi, alat ini berkontribusi pada peningkatan kualitas sambungan batang baja.

6. せき板

せき板 (せきいた / sekiita) artinya papan bekisting, yaitu material berupa papan yang digunakan untuk membuat cetakan atau kerangka sementara dalam proses pengecoran beton. Fungsinya adalah membentuk beton basah menjadi bentuk yang diinginkan hingga beton tersebut mengeras. Papan ini sering terbuat dari kayu lapis khusus (plywood) yang dirancang untuk tahan terhadap tekanan dan kelembapan dari beton basah.

Fungsi utama せき板 adalah mencetak beton sesuai bentuk yang diinginkan. Saat beton mengeras, bentuknya mengikuti kontur せき板, sehingga kualitas dan bentuk akhir bangunan sangat dipengaruhi oleh keandalan せき板. Karena densitas beton tinggi dan berat, maka せき板 menerima tekanan langsung dari beton. Bersama penopang (支保工 / shihokō) dan perangkat pengencang, せき板 mendistribusikan beban agar beton tidak mengalir keluar dan tetap dalam posisi yang telah direncanakan. Namun, sebagai elemen yang kontak langsung dengan beton, せき板 lah yang benar-benar menahan beban tersebut di permukaan.

Beragam せき板 dibedakan berdasarkan bahan pembuatnya. plywood paling umum digunakan, kayu utuh menawarkan kekuatan alami, plastik unggul karena ringan dan cocok untuk bentuk seragam, sedangkan logam (baja/aluminium) ideal bagi struktur berulang dengan desain baku. Pilihan bahan bergantung pada kebutuhan proyek dan efisiensi di lapangan. Umumnya, permukaan せき板 diproses agar halus dan memungkinkan pelepasan yang mudah setelah beton mengeras. 

7. 水平器

水平器 (すいへいき / suiheiki) adalah alat yang digunakan untuk memeriksa apakah suatu bidang atau elemen konstruksi berada pada posisi horizontal (mendatar) atau vertikal (tegak lurus). Alat ini umumnya berbentuk batang dengan satu atau lebih tabung berisi cairan dan gelembung udara di dalamnya. Ketika gelembung berada di garis tengah (tanda garis di tabung), menandakan permukaan tersebut sudah sejajar. Alat ini banyak digunakan di berbagai bidang seperti konstruksi, sipil, survei, interior, dan perpipaan, serta populer juga untuk DIY.

水平 artinya "horisontal" atau "datar", menunjuk pada kondisi kesetimbangan di mana tidak ada kemiringan. Istilah "水平" (suihei) berasal dari gagasan bahwa permukaan air selalu berada pada ketinggian yang sama (rata) di seluruh permukaannya. Sedangkan 器 (ki/utsuwa) berarti "wadah", "alat", atau "perkakas". Dengan kata lain, "水平" mengacu pada konsep bahwa air akan selalu mencari ketinggian yang sama, dan 水平器 berfungsi sebagai alat untuk memverifikasi kondisi mendatar tersebut.

Penggunaannya sangat sederhana yaitu cukup meletakkan alat di lokasi yang ingin diukur, lalu memperhatikan posisi gelembung atau angka digital untuk mengetahui seberapa rata atau miring permukaan tersebut. Namun, cara membaca sudut dan mendeteksi tingkat kerataan bisa bervariasi tergantung jenis alat yang dipakai. Masing-masing 水平器 memiliki sensitivitas dan akurasi, yang ditentukan oleh standar industri di Jepang. Sensitivitas mengacu pada kemiringan saat gelembung mulai bergerak, sementara akurasi menunjukkan seberapa konsisten posisi gelembung dalam menunjukkan sudut atau kerataan.

8. アジテータ

アジテータ (ajitēta) merujuk pada alat atau komponen mesin yang berfungsi mengaduk atau menggerakkan material (cair, pasta, atau campuran) secara kontinu. Dalam dunia konstruksi, アジテータ mengacu pada perangkat (mesin) yang berfungsi mengaduk beton segar agar tidak mengeras. Lebih tepatnya, yaitu mesin yang menjaga beton yang sudah diaduk dan dicampur sebelumnya agar tidak mengendap atau mengeras. Truk yang dilengkapi perangkat ini disebut "truk agitator (アジテータ車)".

Karena bentuknya mirip, truk ini sering disamakan dengan truk mixer beton (ミキサー車 / mikisa sha), tetapi sebenarnya keduanya memiliki perbedaan mendasar:

  1. Truk Mixer (ミキサー車)
    • Memasukkan bahan baku beton seperti semen, agregat, dan air langsung ke dalam drum dan mencampurkannya selama perjalanan menuju lokasi.
  2. Truk Agitator (アジテータ車)
    • Memasukkan beton segar (yang sudah dicampur di pabrik) ke dalam drum dan terus mengaduk selama perjalanan agar tidak mengeras sebelum sampai di lokasi proyek.

Saat ini, standar pengelolaan beton segar sudah lebih ketat dibanding sebelumnya. Pabrik melakukan pengujian dan pengawasan mutu yang lebih teliti terhadap beton segar sebelum dikirim. Akibatnya, proses mencampur semua bahan beton di dalam drum sambil truk bergerak kini hampir tidak pernah dilakukan lagi. Oleh sebab itu, truk yang sering terlihat melaju di jalan saat ini, secara ketat bisa disebut "truk agitator (アジテータ車)", sebab truk hanya membawa beton yang sudah dicampur di pabrik dan terus diaduk selama perjalanan agar tetap segar.