「やさしい日本語」を選ぶと、かんたんな文章になり、ふりがながつきます。
「ひらがなをつける」を選ぶと、文章にふりがながつきます。
「やさしい日本語」を選ぶと、かんたんな文章になり、ふりがながつきます。
「ひらがなをつける」を選ぶと、文章にふりがながつきます。
- Beranda
- Pembahasan Kosakata Penting di Industri Konstruksi Jepang - Tahap III Bab 6 Tambahan
Pembahasan Kosakata Penting di Industri Konstruksi Jepang - Tahap III Bab 6 Tambahan
![]()
Pada pembahasan kali ini kami akan melanjutkan ke penjelasan kosakata penting yang ada di buku teks Bab 6. Ada 8 kosakata penting yang sudah kami pilihkan untuk kita pelajari dan pahami bersama untuk kita bisa bekerja di industri konstruksi di Jepang.
1. 手すり
手すり(てすり, tesuri) adalah benda berbentuk pagar atau balok horizontal yang dipasang pada jembatan, tangga, atap, balkon, dinding, jendela, lorong, dan sebagainya, yang digunakan untuk mencegah orang jatuh atau untuk membantu pergerakan. Dalam bidang arsitektur, 手すり horizontal digunakan untuk membantu berjalan, 手すり miring digunakan untuk naik turun tangga, dan 手すり vertikal digunakan untuk membantu berdiri dari posisi duduk seperti pada toilet.
Dalam industri konstruksi Jepang, terdapat konsep 手すり先行工法(てすりせんこうこうほう, tesuri senkou kouhou), yaitu metode kerja di mana handrail dipasang terlebih dahulu sebelum pekerja melakukan pekerjaan di area tinggi. Dalam pelaksanaan pekerjaan perakitan perancah di lokasi pekerjaan konstruksi, sebelum pekerja naik ke lantai kerja perancah, handrail yang sesuai terlebih dahulu dipasang pada bagian yang menjadi tepi lantai kerja berdasarkan standar metode handrail didahulukan. Selain itu, pada saat melepas lantai kerja lapisan paling atas, pekerjaan dilakukan dengan tetap membiarkan handrail di tepi lantai kerja tersebut terpasang. Dengan demikian, bahkan pada tingkat paling atas pun pekerjaan dapat dilakukan dalam kondisi handrail selalu terpasang di sisi luar, sehingga kecelakaan jatuh atau terjatuh dari perancah dapat dicegah.
手すり adalah elemen keselamatan kerja yang sangat penting dan diperlakukan bukan hanya sekadar komponen bangunan, tetapi sebagai alat pencegah kecelakaan jatuh. 手すり dipasang di tempat-tempat yang memiliki perbedaan ketinggian atau risiko jatuh, seperti tepi lantai, tangga, bukaan lantai, balkon, perancah, dan area kerja di ketinggian.

2. ケガキ作業
ケガキ作業(けがきさぎょう, kegaki sagyō) adalah pekerjaan membuat garis atau posisi acuan di permukaan material (logam, baja atau plat, dan lainnya) sebelum dipotong, dibor, atau dipasang, dengan cara menggores atau memberi tanda agar posisi kerja tidak meleset. ケガキ作業 dilakukan dengan menggunakan jarum penanda, jangka, atau penggaris dari logam, dengan satu kali goresan sebisa mungkin. Garis ditarik dengan cara menggores permukaan yang telah dilapisi cat kegaki menggunakan alat yang disebut jarum kegaki, sehingga terbentuk goresan sebagai tanda.
Pada pekerjaan pelat logam bangunan, pekerjaan dasar yang diperlukan dalam pengolahan pelat baja pada dasarnya adalah ケガキ, pemotongan, pembengkokan, dan pengelasan. Apabila membuat produk dengan bentuk yang rumit, diperlukan teknik pengetokan.
Pada bangunan struktur baja, rangka baja yang telah diproses sebelumnya di pabrik disambung dan dipotong di lokasi proyek sambil membangun bangunan. Dengan memberi tanda ケガキ pada baja, tujuan utamanya adalah agar para pekerja dapat melakukan penyambungan dan pemotongan secara efisien dan akurat. ケガキ作業 harus dilakukan dengan hati-hati dan presisi sambil memeriksa gambar kerja. Kesalahan kecil saja pada tahap ケガキ dapat menyebabkan pergeseran, pekerjaan ulang, atau bahkan kegagalan pemasangan komponen.

3. フレア接合
フレア接合(ふれあせつごう, furea setsugō) artinya sambungan flare, yaitu metode penyambungan di mana ujung pipa tembaga diperlebar menjadi bentuk seperti terompet (bentuk flare) misalnya pada pipa refrigeran AC, lalu bagian tersebut ditekan dengan mur sehingga terhubung tanpa celah. Metode ini dapat menjaga kekedapan udara tanpa menggunakan pengelasan atau perekat, dan merupakan teknik yang sangat penting untuk mencegah kebocoran gas. Proses ini dikerjakan menggunakan alat khusus yang disebut alat flare.
Mekanisme pengerjaannya dimulai dengan ujung pipa dipotong rata menggunakan pemotong pipa, lalu burr (gerigi) dihilangkan. Kemudian dengan menggunakan alat flare, ujung pipa diperlebar menjadi bentuk terompet (bentuk flare). Bagian yang telah diperlebar tersebut disatukan dengan pipa pasangan atau bagian sambungan pada peralatan. Mur flare dikencangkan untuk menekan dan mengikat sambungan. Jika proses pengerjaan tidak memadai, dapat menyebabkan kebocoran gas atau kerusakan misalnya pada AC, sehingga diperlukan pekerjaan yang akurat.
Memahami フレア接合 penting bagi pekerja konstruksi di Jepang karena teknik ini berkaitan langsung dengan keselamatan instalasi pipa, kualitas sambungan, dan kepatuhan terhadap standar kerja di Jepang, terutama pada pekerjaan perpipaan, gas, air, dan HVAC/AC.

4. 上塗り
上塗り(うわぬり, uwanuri) adalah tahap akhir dalam pekerjaan pengecatan, dan sebagai lapisan finishing untuk keindahan, lapisan ini menunjukkan kinerja berupa ketahanan terhadap cuaca dan ketahanan terhadap kotoran. Lapisan cat menunjukkan kinerjanya melalui tiga lapisan pengecatan, yaitu lapisan dasar, lapisan tengah, dan lapisan atas. Pada pengecatan semprot, biasanya dilakukan penyemprotan sebanyak dua kali.
Peran 上塗り antara lain menutupi ketidakrataan warna dan gelembung yang timbul pada lapisan tengah, serta melindungi dinding luar dari hujan, angin, dan kotoran. Ini merupakan tahap yang menentukan tampilan luar rumah, dan hasil warna serta kilap dinding luar ditentukan oleh lapisan atas. Terdapat juga bahan lapisan atas yang memiliki fungsi khusus, seperti cat dengan kemampuan refleksi panas yang tinggi atau cat yang tahan terhadap jamur, dan lainnya.
Bagi pekerja konstruksi di Jepang, terutama di bidang finishing, kesalahan pada 上塗り sering dianggap sebagai cacat pekerjaan. Cat yang belang, terlalu tipis, atau diaplikasikan sebelum lapisan sebelumnya benar-benar kering bisa menyebabkan pengelupasan, retak, atau perubahan warna dalam waktu singkat. Hal ini tidak hanya menurunkan kualitas bangunan, tetapi juga dapat membuat pekerja atau perusahaan diminta melakukan pekerjaan ulang, yang dalam budaya kerja Jepang dipandang sebagai kegagalan menjaga kualitas dan tanggung jawab.

5. 帯水層
帯水層(たいすいそう, taisuisō)adalah lapisan tanah yang terisi air tanah dan mudah meloloskan air (memiliki permeabilitas yang baik) seperti pasir dan kerikil, serta menunjuk pada lapisan tempat air tanah tersimpan dalam jumlah banyak dan dapat mengalir. Lapisan ini sering kali terjepit di antara lapisan kedap air yang sulit meloloskan air seperti lempung, sehingga memungkinkan pengambilan air tanah dalam jumlah besar dan menjadi lapisan penting sebagai sumber pengambilan air sumur.
Dalam pekerjaaan konstruksi, terutama pekerjaan teknik sipil dan perbaikan tanah) , memahami keberadaan 帯水層 sangat penting karena akan mempengaruhi perencanaan survei lapisan tanah. Sebelum pembangunan gedung, jalan, jembatan, atau struktur lainnya, tim teknik akan melakukan uji bor tanah untuk melihat lapisan tanah tersebut apakah ada 帯水層 atau tidak. Hal ini dikarenakan jika ada air di bawah permukaan bisa mengganggu stabilitas tanah saat digali atau saat pondasi dibuat. Kemudian, posisi dan kedalaman aquifer mempengaruhi desain pondasi, misalnya apakah perlu tiang pancang yang lebih dalam atau tidak.
Memahami 帯水層 penting bagi pekerja konstruksi di Jepang karena istilah ini berkaitan langsung dengan kondisi tanah, air bawah tanah, keselamatan kerja, dan metode pelaksanaan konstruksi, terutama pada pekerjaan tanah dan pondasi. Dalam pekerjaan penggalian, pemahaman 帯水層 sangat penting karena saat galian mencapai lapisan ini, air bisa muncul tiba-tiba dan membuat tanah menjadi lunak. Kondisi tersebut dapat menyebabkan longsor dinding galian, amblas, alat berat terperosok, atau pekerja terpeleset, dan kecelakaan kerja yang serius lainnya.

6. とう道
とう道(とうどう, toudō)adalah terowongan yang dipasang di dalam tanah untuk menempatkan kabel komunikasi dan kabel listrik, serta pipa untuk suplai panas, dengan diameter yang memungkinkan pekerja masuk ke dalamnya untuk melakukan pekerjaan pemasangan dan pemeliharaan.
とう道 berfungsi sebagai terowongan untuk menampung kabel bawah tanah berkapasitas besar untuk keperluan listrik dan komunikasi. Seiring berkembangnya infrastruktur sosial seperti kereta bawah tanah dan saluran pembuangan di bawah tanah, terowongan ini dibangun untuk menjamin tersedianya ruang penampungan secara permanen. Meskipun biaya pembangunannya tinggi, とう道 merupakan struktur yang sangat kuat terhadap bencana. Terowongan ini memudahkan pemasangan kabel baru dan penanganan gangguan di lokasi yang padat dengan utilitas bawah tanah atau di tempat yang sulit dilakukan pekerjaan melalui manhole di jalan karena kondisi lalu lintas.
とう道 secara garis besar diklasifikasikan menjadi とう道 berbentuk persegi panjang yang dibangun dengan metode galian terbuka, dan とう道 berbentuk lingkaran yang dibangun dengan metode shield. Keduanya menyediakan ruang rak untuk penampungan kabel, ruang bagi pekerja untuk lewat dan bekerja, serta ruang fasilitas seperti listrik dan ventilasi. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran dan banjir, dinding tahan api dan dinding tahan air dipasang di dalam とう道.

7. ベースプレート
ベースプレート(べーすぷれーと, bēsu purēto)adalah pelat datar sebagai dasar atau pondasi yang digunakan untuk menstabilkan dan memasang struktur bangunan atau mesin, dan digunakan sebagai dasar kolom baja, peralatan mesin, dan lain-lain. Komponen ini merupakan bagian penting yang memungkinkan distribusi beban, peredaman getaran, serta penentuan posisi dengan presisi tinggi. Bentuk dan materialnya beragam sesuai dengan penggunaan, dan dapat dipasang ke pondasi dengan baut angkur atau dilas ke komponen lain.
Bagi pekerja konstruksi di Jepang, terutama yang terlibat dalam pekerjaan perancah dan pekerjaan struktur baja, ベースプレート adalah bagian yang selalu dicek pada tahap awal pekerjaan. Dalam budaya kerja Jepang yang sangat menekankan keselamatan dan pencegahan kecelakaan, kondisi ベースプレート sering menjadi poin inspeksi harian. Jika ditemukan adanya pergeseran, ketidakrataan, atau deformasi, pekerjaan biasanya dihentikan sampai kondisi diperbaiki.
Memahami ベースプレート sangat penting bagi pekerja konstruksi di Jepang karena komponen ini berkaitan langsung dengan kestabilan struktur, keselamatan kerja, dan standar kualitas konstruksi, baik pada struktur permanen maupun sementara. Pekerja yang memahami fungsi ベースプレート akan lebih berhati-hati dalam pemasangan, menjaga kebersihan dan kerataan area dasar, serta menyadari bahwa pekerjaan mereka berpengaruh langsung pada tahapan pekerjaan berikutnya.

8. 築炉工事
築炉工事(ちくろこうじ, chikuro kōji)adalah pekerjaan membangun bagian dalam yang menjadi bersuhu tinggi dengan bahan tahan api pada tungku pembakaran, tungku anil, tungku peleburan, tungku listrik, dan sebagainya. Bata yang digunakan pada tungku adalah bata tahan api dan bata tahan api berinsulasi.
Pekerjaan dilakukan dengan urutan mulai dari penandaan, lalu pembuatan acuan, dan setelah itu dilakukan pembagian bata. Pembagian bata tahan api atau pekerjaan penyusunan bata merupakan pekerjaan yang membutuhkan tingkat keahlian paling tinggi di antara material tungku. Pada saat melakukan penyusunan bata, pastikan untuk menggunakan material dengan benar, menjaga ukuran secara akurat, mengoleskan mortar secara cukup dan membuat nat merata. Pekerjaan penyusunan bata harus selalu berpedoman pada posisi horizontal dan vertikal.
Pentingnya memahami 築炉工事 pertama-tama berkaitan dengan keselamatan kerja. Lingkungan kerja 築炉工事 sering melibatkan suhu tinggi, debu, gas berbahaya, ruang tertutup, serta material berat. Kesalahan kecil, misalnya seperti salah material, pemasangan tidak rapat, atau tidak memahami fungsi lapisan tahan api, dapat menyebabkan kebocoran panas, kerusakan tungku, hingga kecelakaan serius. Pekerjaan ini menopang inti berbagai industri yang tak terpisahkan dari masyarakat modern, seperti produksi baja dan kaca serta pengolahan limbah.
